Cara Budidaya Oyong Hasil Melimpah

Jalurbudidaya.com – Cara Budidaya Oyong Hasil Melimpah. Tanaman oyong adalah tanaman tahunan dan tumbuh dari dataran rendah hingga tinggi, dapat ditanam di ladang atau di bekas sawah. Tanaman ini termasuk tanaman merambat/keatas. Tanaman oyong memerlukan iklim yang kering, ketersediaan air yang cukup sepanjang musim budidaya.

Cara Budidaya Oyong Hasil Melimpah

Cara Budidaya Oyong Hasil Melimpah

Lingkungan ideal untuk tanaman untuk tumbuh adalah di daerah dengan suhu 18-24 ° C dan kelembaban 50-60%. Tanaman Oyong toleran terhadap berbagai jenis tanah, hampir semua jenis tanah oyong dapat. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, tanaman ini membutuhkan tanah yang subur, gembur, banyak mengandung humus, beraerasi dan berdrainase baik, dan memiliki pH 5,5-6,8. Tanah paling ideal untuk budidaya labu adalah jenis tanah liat berpasir, misalnya tanah latosol, aluvial dan podsolik merah kunirig (PMK).

Varietas yang dianjurkan adalah San-C, Ping-Ann, Miriam, san-C No. 2 (asal Known You Seed, Taiwan), dan Samson. Kebutuhan benih tiap hektar berkisar 5-10 kg. Untuk menghasilkan benih sendiri dapat dilakukan Dengan panen oyong kurang lebih dari 110 hari setelah tanam di dataran tinggi ditandai dengan buah yang memiliki cokelat, kering, dan biji berwarna hitam. Melintang dipotong buah-buahan, biji dihapus, dibungkus kertas dan dikeringkan hingga kadar air 8%. Benih disimpan dalam stoples yang tertutup rapat yang diisi pengering seperti arang atau abu sekam.

Biji oyong dapat ditanam langsung di lahan Dengan menggunakan para-para atau teralis untuk tanaman merambat pada tempatnya. Jika propagasi tidak siap dan terbatasnya pasokan benih, bibit dapat ditanam penggunaan pertama dari polybek hitam dengan diameter 5 cm 2 biji/polibek. Media yang digunakan untuk pembibitan dalam bentuk media pupuk kandang dicampur dengan tanah Dengan perbandingan 1:1. Bibit dapat dipindahkan ke lahan pada usia 15-21 hari atau setelah 3-5 helai daun.

Sistem Lubang tanam – Tanah dicangkul sampai gembur. Kemudian dibuat lubang tanam dengan ukuran 200 cm x 60 cm atau 200 cm x 100 cm. Masukkan pupuk karvdatvg 1-2 kg/lubang tanam.

Sistem Bedengan  – Tanah dicangkul hingga gembur, kemudian dibuat bedengan dengan ukuran lebar 260 cm, panjang disesuaikan dengan keadaan lahan, tinggi 30 cm, dan jarak antar bedengan v 60 cm. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 200 x 60 cm atau 200 x 100 cm kemudian masukkan pupuk kandang 1-2 kg/lubang tanam.

Sistem Guludan – Tanah dicangkul sampai gembur, buat guludan selebar 60 cm, tinggi 30 cm, dan panjang disesuaikan dengan keadaan lahan dengan jarak antar guludan kurang lebih 140 cm, kemudian masukkan pupuk karvdang 1-2 kg/lubang tanam.

Benih ditanam secara langsung atau melalui pesemaian. Bila ditanam secara langsung, masukkan biji oyong sebanyak 2-3 butir tiap lubang tanam, kemudian tutup dengan tanah setebal 1-1,5 cm.

Cara Budidaya Oyong Hasil Melimpah

Selama satu musim tanam, dilakukan pemupukan dengan pupuk buatan NPK (16:16:16) 300 kg + Urea 100 kg per hektar. Pemupukan dilakukan pada saat tanam, 2,4, 6 dan 8 minggu setelah tanam dengan dosis masing-masing seperlima takaran dari total dosis yang dianjurkan. Pemasangan rambatan atau para-para dilakukan saat tanaman berumur 10-15 hari setelah tanam. Para-para bisa berbentuk huruf A,setengah lengkung, lengkungan atau persegi panjang.

Pemeliharaan tanaman oyong yang biasa dilakukan adalah pemangkasan daun, apabila daun terlalu rimbun, penyiraman dan penyiangan. PT penting yang menyerang tanaman oyong antara lain kumbang daun, ulat grayak, ulat tanah, lalat buah, busuk daun, embun tepung, antrakrnos, layu bakteri dan virus mosaik. Pengendalian OPT dilakukan tengantung pada OPT yang menyerang.

Bila harus menggunakan pestisida, gunakan pestisida yang relatif aman sesuai rekomervdasi dan penggunaan pestisida hervdaknya tepat dalam pemilihan jenis, dosis, volume semprot, waktu aplikasi, interval aplikasi serta cara aplikasinya.

Panen oyong dapat dilakukan berulang. Panen pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 40-70 hari setelah tanam. Karakteristik umum buah siap panen yang meliputi ukuran buah maksimum, tidak terlalu tua, tidak berserat, dan mudah patah.

Produksi Oyong setiap tanaman mencapai 15-20 buah dan 8-12 ton per hektar. Buah oyong mudah rusak kemasan begitu baik diperlukan untuk memperpanjang rak, terutama jika untuk pengiriman jarak jauh. Pada suhu 12-16 ° C, buah oyong dapat disimpan hingga 2-3 minggu.

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.