Cara Membudidayakan Ikan Patin Di Kolam Terpal

Jalurbudidaya.com – Sudah sering kita dengar penggunaan terpal sebagai kolam budidaya ikan seperti ikan lele, ikan mas, ikan mujaer dan masih banyak yang lainnya. Nah disini kita akan mencoba sharing kepada anda Cara budidaya Ikan Patin Di Kolam Terpal. Bagaimana caranya? mari kita simak uraian dibawah ini.

Menggunakan kolam terpal sebagai media budidaya ikan baru – baru ini memang sedang populer, disamping persiapan yang mudah, harga dan perawatannya pun terjangkau. Dengan menggunakan kolam terpal akan mempermudah si pembudidaya untuk memelihara ikan yang akan di budiadayakan dengan menggunakan kolam terpal juga dapat menghemat lokasi tempat atau dengan kata lain tempat yang digunakan untuk budidaya tidak rusak jika ingin digunakan untuk keperluan lain.

 

Persiapan Kolam terpal untuk membuat kolam dari terpal dapat menggunakan terpal dengan ukuran 4m x 6m, karena ukuran ini cukup besar dan mudah untuk dibentuk

Siapkan tiang-tiang pancang dengan ukuran 130cm atau lebih dengan tujuan nantinya kedalaman kolam adalah 1 meter. Pasanglah tiang-tiang pancang pada setiap sudut dan bagian tengah dengan ukuran kolam nantinya 2m x 4 m. Kemudian pasanglah terpal pada tiang-tiang tersebut, ikatlah dengan menggunakan kawat agar lebih kuat dan mampu menopang volume air. Cincang batang pisang dan masukkan ke dalam kolam terpal yang telah diisi ikan, biarkan selama 1 minggu, kemudian kuraslah.buang batang pisangnya. dan isi kembali dengan air. biarkan selama 3 hari sebelum bibit ikan patin dimasukkan. Kolam dengan ukuran 2m x 4m x 1m ini dapat menampung ikan patin sebanyak 10 ribu bibit

Pemeliharaan Kolam

Kendala pertama yang dihadapi dari patin kolam terpal ini adalah penyakit. Memasuki minggu kedua pemeliharaan, beberapa ikan patin terlihat bintik-bintik putih di sekujur tubuhnya mulai kepala hingga badannya. Beberapa ikan kemudian mulai terlihat megap-megap dan satu persatu mati bergiliran. Tidak tahu persis apa jenis penyakit ini, jamur atau white spot (bintik putih) yang sering menyebabkan kematian massal pada bibit ikan. Kemungkinan lebih besar ke penyakit jamur karena dalam perkembangannya tampak pula bentuk seperti serat benang yang berwarna putih memanjang. Selain tanda di atas, penyakit ini disusul dengan peradangan di bagian sekitar patil ikan patin.

Selain tanda fisik di atas, penyakit ini juga ditandai dengan berkumpulnya ikan di salah satu sudut kolam bergerombol dan berdesakan.

Untuk mengatasi penyakit ini beberapa langkah telah dicoba, seperti merendam ikan beberapa menit di larutan methylene blue dan PK, serta mengganti seluruh air kolam dengan yang baru. Kemajuan tidak terlalu nampak dan bintik putih pada ikan tetap saja bertambah banyak diiringi kematian ikan. Akhirnya, dicoba langkah melarutkan MB dan PK langsung ke dalam kolam saja, 2 tutup botol / meter persegi setiap dua hari. Ikan tetap diberi makan secukupnya dan sepuluh hari kemudian ikan yang tersisa terlihat mulai sehat dan bintik putih pada tubuh ikan juga menghilang. Diperkirakan sisa ikan tinggal 40-50% saja yang masih selamat.

Berikut di atas gambar ikan patin kolam terpal yang berusia 70 hari setelah tebar. Dengan pakan model 2 kali sehari, ikan telah tumbuh menjadi 40 gram per ekor dengan panjang 15 cm. Saat tebar benih ikan patin ini beratnya 10 gram per ekor dan panjang kisaran 9 -11 cm per ekornya.

Pemanenan Ikan Patin Kolam Terpal

Seperti cara bududaya ikan air tawar cepat panen setelah berumur 5-6 bulan setelah benih di tebar maka tahap selanjutnya adalah ikan patin sip dipanen.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam panen ikan patin antara lain:

  • Keringkan air di dalam kolam dan sisakan volume air sebanyak 1/3 bagian.
  • Kemudian gunakan jaring unthk mengangkap ikan patin.
  • Lakukan panen dengan hati-hati agar tidak ada luka pada tubuh ikan patin.
  • Segera masukkan hasil pane kedalam air segar.
  • Untuk menjaga kesegaran ikan patin gunakan air dengan suhu 20 derajat celcius di dalam kantong plastik transparan.
  • Serta jangan lupa tambahkan oksigen agar ikan dapat tetap hidup.
  • Kepadatan ikan di dalam kantong jangan terlalu oadat dan berjejal.
  • Lakukan penganggukatan hasil panen pada pagi atau sore hari.
Tags:
author

Author: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.