Cara Tepat Budidaya Wortel Hasil Maksimal

Jalurbudidaya.com – Budidaya wortel diperbanyak secara generatif dengan biji-bijinya. Untuk benih wortel bisa didapatkan di toko pertanian setempat, tetapi sahabat Tani Organik juga bisa membenihkan sendiri, terutama pada varietas wortel lokal dan non hibrida. Untuk memperoleh hasil yang optimal, maka sumber benih untuk bibit budidaya wortel perlu memenuhi syarat seperti tanaman wortel yang tumbuh subur dan kuat, berasal dari jenis tanaman berumur pendek, bentuknya yang seragam, tanaman yang sehat(bebas dari hama dan penyakit), dan berproduksi tinggi. Berikut tata cara menyiapkan benih wortel :

Cara Tepat Budidaya Wortel Hasil Maksimal

Cara Tepat Budidaya Wortel Hasil Maksimal

Benih untuk budidaya wortel haruslah berasal dari varietas unggul, murni dan daya kecambahnya tinggi (lebih dari 90 %). Gosoklah benih wortel menggunakan kedua belah tangan agar diantara benih satu dan lainnya tidak berlekatan. Rendamlah benih wortel dalam air dingin selama 12 -24 jam atau dalam air hangat (60 °C) selama 15 menit agar benih wortel dapat segera berkecambah. Tiriskan benih wortel dalam suatu wadah dan benih wortel sudah siap ditanam di lahan.

Untuk budidaya wortel, lahan yang akan digunakan haruslah subur dan gembur, maka hal pertama yang harus dilakukan dalam persiapan lahan budidaya wortel adalah kita harus membajak tanah terlebih dahulu hingga gembur. Kemudian membuat bedengan-bedengan yang lebarnya bisa mencapai 2 meter dan tingginya kira-kira 15 cm. Selanjutnya di antara bedengan-bedengan tersebut kita buat parit-parit selebar kira-kira 25 cm. Jika tingkat kesuburan dirasa masih kurang untuk budidaya wortel, maka kita bisa berikan pupuk kandang untuk meningkatkan kesuburannya.

Tanah dengan PH tinggi juga perlu untuk budidaya wortel, sementara kebanyakan dataran tinggi di Indonesia memiliki PH tanah yang cukup rendah. Oleh karena itu kita perlu memberikan kapur pertanian atau dolomit pada tanah agar tingkat keasaman tanah tidak menghambat pertumbuhan umbi tanaman wortel. Jika persiapan lahan sudah selesai, maka tahap selanjutnya adalah teknik penanaman.

Penanaman Budidaya Wortel
Lahan untuk budidaya wortel yang sudah dibuat Bedengan sesuai pembahasan di atas, selanjutnya sebar benih wortel yang sudah disiapkan tadi secara merata mengikuti alur/garitan yang tersedia. Benih wortel yang baru disebar tersebut kemudian ditutup dengan tanah tipis sedalam 0,5-1 cm. Buat pula garitan dangkal sejauh +/- 5 cm dari tempat benih guna meletakan pupuk dasar. Sebarkan dengan merata pupuk tersebut dan tutup dengan tanah tipis.

Untuk pencegahan agar benih wortel tidak hanyut terbawa air, tutuplah tiap alur dengan pelepah daun pisang atau dedaunan kering selama 7-10 hari. Penutupan ini juga berfungsi agar kestabilan kelembaban tanah tetap terjaga. Penutup baru bisa dibuka setelah benih wortel menyembul dari permukaan tanah.

Pemupukan Budidaya Wortel
I. Pemupukan Dasar untuk Budidaya Wortel (pada saat olah lahan/pembuatan bedengan)
Untuk Pemupukan dasar pada budidaya wortel diharuskan, agar menambah kesuburan pada tanah. Ada 2 cara untuk pemupukan dasar pada budidaya wortel. Bisa dengan menggunakan cara pemupukan dasar budidaya wortel secara organik ataupun pemupukan dasar budidaya wortel secara kimia. Kedua cara sama saja, tetapi lebih bagus organik karena lebih alami. Sahabat Tani Organik bisa memilih salah satunya.

Cara Organik : pupuk kandang (ayam/kambing/kuda) + dolomit + tepung ikan + tepung tulang/tepung bulu + disemprot nopatek + poc bmw
Cara Kimia : pupuk kandang (ayam/kambing/kuda) + dolomit + za + sp36 + kcl + disemprot nopatek + poc bmw

II. Pemupukan Susulan untuk Budidaya Wortel
Pemupukan susulan pada budidaya wortel juga dianjurkan sekali untuk menjadikan kualitas wortel yang baik dan optimal. Pemupukan susulan budidaya wortel kita berikan 2 cara juga. Bisa menggunakan pemupukan susulan secara organik ataupun secara kimia. Silahkan dipilih cara pemupukan mana yang sahabat minati.

Pupuk kandang (ayam/kambing/kuda) 1 karung + dolomit 4 kg + tepung ikan 4 kg + tepung tulang/tepung bulu 4 kg + nopatek 1 btl + poc bmw 1 btl. Semua bahan dimasukkan ke dalam drum 200 ltr, ditambahkan air sampai hampir penuh, diaduk rata. Kemudian drum ditutup rapat, dan diamkan 5 hari. Bahan siap digunakan.
Cara penggunaan: ambil 1/2 gayung pupuk dari peraman kemudian tambahkan air 1 ember falkon. Diaduk, lalu kocorkan ke tanaman wortel, dosis 100 ml per lubang tanam.

Perawatan Budidaya Wortel
Setelah tanaman wortel tumbuh, tahap selanjutnya dalam budidaya wortel adalah melakukan perawatan. Perawatan pertama dalam budidaya wortel adalah penyiraman yang dapat dilakukan sekali atau dua kali sehati apabila udaranya sangat kering. Pemberian air yang lain juga dapat dilakukan dengan jalan menggenangi parit di antara bedengan.

Cara ini dapat dilakukan bila terdapat saluran drainase. Kemudian selanjutnya tanaman yang telah tumbuh harus segera diseleksi dengan cara mencabut tanaman yang lemah atau kering, tinggalkan tanaman yang sehat dan kokoh. Tindakan ini sekaligus diikuti dengan penjarangan, ini berguna untuk memberikan jarak dalam alur dan menjaga kecukupan sinar matahari sehingga tanaman wortel tumbuh subur. Penjarangan menghasilkan alur yang rapi berjarak antara 5- 10 cm.

Cara Tepat Budidaya Wortel Hasil Maksimal

Perawatan budidaya wortel selanjutnya adalah pemupukan yang sudah dapat dilakukan sejak tanaman berumur dua minggu. Lakukan pemupukan susulan sesuai pembahasan yang telah kami bahas pada poin pemupukan. Ketika budidaya wortel berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pendangiran gulma. Tujuannya agar budidaya wortel tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman wortel tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Hama dan Penyakit Pada Budidaya Wortel
Hama yang sering ada pada budidaya wortel adalah Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn.), Kutu daun (Aphid, Aphis spp.), Lalat atau magot (Psila rosae). Hama dalam budidaya wortel tersebut perlu adanya pengendalian berupa insektisida hayati ANTILAT dengan cara semprotkan ANTILAT 4 hari sekali, dosis 4 tutup btl per 17 ltr air. Sedangkan Penyakit yang sering menyerang tanaman wortel adalah Bercak daun Cercospora, Nematoda bintil akar, Busuk alternaria. Pengendalian penyakit pada budidaya wortel dapat disemprotkan fungisida hayati NOPATEK 4 hari sekali, dosis 4 tutup btl per 17 ltr air. Pengaplikasiannya bisa di gabungkan antara ANTILAT dan NOPATEK.

Pemanenan Budidaya Wortel
Dalam budidaya wortel sudah dapat dipanen dengan ciri-ciri sebagai berikut. Budidaya wortel yang telah berumur ± 3 bulan sejak benih disebar atau tergantung varietasnya juga. Varietas wortel yang Ideal dapat dipanen pada umur 100 sampai 120 hari setelah tanam.

Ukuran umbi wortel telah maksimal dan tidak terlalu tua. Panen yang terlalu tua atau terlambat panen ini dapat mengakibatkan umbi wortel menjadi keras dan berkatu, sehingga kualitas wortel menjadi rendah atau tidak laku dipasaran. Demikian juga jika panen terlalu awal, hanya akan menghasilkan umbi wortel berukuran kecil, sehingga produksi wortel menjadi turun.

Untuk cara panen pada budidaya wortel ini relatif gampang, yaitu dengan mencabut seluruh tanaman bersama umbi-umbinya. Hasil budidaya wortel yang baik dan dipelihara secara intensif dapat menghasilkan umbi antara 20-30 ton/hektar.

Tags:
author

Author: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.