Jenis Penyakit Ikan Patin Dan Cara Mengatasinya

Jalurbudidaya.com – Ikan Patin adalah jenis ikan air tawar yang mendiami kawasan-kasawan sungai dan lombong-lombong. Dari sini kita dapat tarik kesimpulan kalau ikan patin rawan terserang penyakit.  Penyakit ikan patin ini sangat beragam jenisnya , penyebabnya pun beragam. Cara mengatasi penyakit ikan patin ini pun berbeda beda.

Beberapa jenis penyakit ikan patin menurut para ahli:

 

1.Penyakit bintik putih

yaitu protozoa dari golongan ciliata yang bernama Ichthyphyhirius multifillis. Bentuk dari protozoa ini bulat namun pada inti berbentuk tapal kuda yang menyerang kulit ikan patin.

Ciri-ciri ikan yang terserang parasit ini ikan cenderung tidak bergerak (sifat ikan patin lebih aktif) mengambang dipermukaan air. Tubuh dipenuhi bintik putih pada kulit, sirip dan insang. Ikan cenderung bergerak hanya untuk menggosokkan badanya pada dasar kolam ataupun tembok.

Penyebab air kotor akibat tidak adanya sirkulasi air. Pengendapan kotoran sisa pakan pada dasar kolam. Suhu air terlalu rendah.

Penanggulangan penyakit beri sirkulasi air pada kolam. Bersihkan endapan kotoran didasar kolam. Naikan suhu dengan pemanas air.Karantina ikan yang sudah terjangkit . berikan obat pada kolam ikan dengan pemberian cairan formalin sebanyak 25ml/meter kubik ditambah dengan malacit green 0,15 gram per meter kubik air (proses karantina dilakukan sehari semalam) lakukan pengobatan hingga aktifitas ikan kembali seperti semula.

2. Serangan bakteri Aeromonas hydrophila dan Pseudomonas hydrophylla

bakteri ini juga sering menyerang ikan selain ikan patin pada umumnya bakteri ini tumbuh akibat kondidisi budidaya yang tidak terawat.

Ciri-ciri ikan yang sudah terkena bakteri ini akan cenderung diam mengambang dengan perut membesar. Tidak mau mengkonsumsi makanan.

Penyebab kotornya air dan menumpuknya kotoran ikan patin dan pakan ikan pada dasar kolam.

Penaggulangan penyakit untuk melakukan penyelamata ikan patin yang sudah terkena bakteri ini memang sulit, tapi untuk menanggulangi terjadinya penyebaran bakteri dapat dilakukan denga cara pembersihan dasar kolam dan penggantian air kolam serta diberi Sulphonamid sebanyak 100 mg/kg ikan/hari selama 3–4 hari. Memberikan sirkulasi pada kolam. Serta dapat ditambahkan anti biotik OTC (Oksitetrasiklin) yang dicampurkan pada pakan selama 7-10 hari dengan takaran 50 mg/kg pakan. Sulphonamid sebanyak 100 mg/kg ikan/hari selama 3–4 hari.

3. Penyakit hirudinae

hidrudinae adalah lintah yang menyerang ikan pada umumnya.

Ciri-ciri ikan yang terkena penyakit hirudinae akan mengalami pertumbuhan yang lambat ataupun tidak sesuai dengan usia. Ikan lebih cenderung terlihat sering mengambang dan terlihat lebih besar kepala daripada perut pada fisik.

Penyebab air yang terlalu kotor dan penebaran jumlah ikan dalam kolam yang terlalu padat.

Penanggulangan penyakit penggantian air dan pengurangan jumlah ikan dalam kolam tersebut. Pada saat penggantian air baru diberi diterex 0.5 ppm.

4. Penyakit Channel Catfish Virus (CCV)

penyebab penyakit ini dikarenakan fluktuasi suhu air, kualitas air yang menurun serta kepadatan ikan yang terlalu banyak.

Ciri-ciri  ikan yang terkena penyakit ini akan nampak berputar putar dipermukaan air, dan diam mengambang secara tegak vertikal, ciri-ciri pada fisik yaitu pada sirip dan perut ikan terlihat pendarahan dikulit ikan.

Penanggulangan penyakit dalam mencegah penyebaran penyakit ini dapat dilakukan dengan penggantian air kolam dan memberi sirkulasi air yang bersih, pemberian pakan yang baik agar tidak terlalu mempengaruhi kondisi air.

5. Penyakit Cotton wall disease

penyakit ini disebabkan oleh kondisi suhu yang berubah ubah secara cepat dan kebersihan kolam untuk penyakit ini akan menyerang ikan secara serentak. Biasanya terjadi dimusim penghujan.

Ciri-ciri ikan yang terjangkit penyakit ini akan cenderung mengambang dan disertainya binti-bintik/lecet pada tubuh ikan.

Penanggulangan penyakit langkah untuk menanggulangi penyakit ini dengan cara melakukan kontrol suhu (suhu yang baik antara 20-30),pH air,dan memberikan sirkulasi air tanah. memberikan OTC 50 mg per kg pakan yang diberikan 7-10 hari. Namun apabila ikan tidak cenderung mengkonsumsi pakan dapat dilakukan dengan cara merendam ikan dalam larutan OTC dengan dosis 3-5 ppm selama 12-24 jam. Ikan patin yang diberi antibiotik baru bisa dikonsumsi setelah dua minggu.

 

6. Penyakit Trichodiniasis (gatal)

penyakit ini disebabkan oleh jamur protozoa jenis trichodina sp. Penyakit ini tidak terlalu bahaya karena dapat ditanggulangi dalam waktu yang singkat.

Ciri-ciri ikan yang terjangkit akan cenderung bergerak menggosokan badannya ke arah dinding kolam/dasar kolam, pergerakan ikan lebih lambat, warna tubuh kusam kehitaman.

Penanggulangan penyakit melakukan pemisahan langsung apabila salah satu ikan terlihat seperti ciri-ciri diatas dikarenakan penyakit ini menyebar dengan kontak langsung dengan ikan lainya. Karantina dengan merendam ikan dicairan formalin dengan kadar larutan 40 ppm selama 1 hari 1 malam.

 

7.   Penyakit kuning

penyakit ini bukan dikarenakan oleh virus melainkan dari kondisi pakan yang diberikan pada lele.

Ciri-ciri perut membesar,warna kulit pucat, tidak ada luka dikulit. Ikan cenderung mengambang dengan pergerakan yang lambat.

Penanggulangan penyakit_ pada umumnya ikan yang terjangkit sudah tidak dapat diberi pertolongan namun untuk penanggulangan dapat dilakukan dengan mengatur sirkulasi air dan memberikan pakan yang berkualitas ( tidak busuk,berjamur,dan basah).

Pecah usus_penyebabnya yaitu pemberian makan yang berlebih.

Ciri-ciri_dalam jangka waktu ikan akan akan mati tanpa ada luka dibadan. Namun perut ikan membesar. Pergerakan lambat.

Penanggulangan_ dapat dilakukan dengan memperhatikan porsi makan ikan. Takaran 2-3% dari total bobot ikan.

Penyakit Ikan Patin Secara Umum

NO

JENIS PENYAKIT

GEJALA

1. Parasit

(Bintik Putih/White Spot)

  • Ikan berkumpul di tempat yang gelap
  • Menggosok-gosokan tubuhnya
2. Bakteri

(Aeromonas sp)

  • Menyerang bagian punggung, perut dan pangkal ekor yang disertai dengan pendarahan
3. Jamur

(Saproglegnia )

  • Luka di bagian tubuh, tutup insang, punggung, dan sirip yang ditumbuhi benang halus seperti kapas berwarna putih

Penanggulangan Penyakit

NO

JENIS PENYAKIT

PENGOBATAN

BAHAN KIMIA BAHAN ALAMI
1. Parasit

(Bintik Putih/White Spot)

Formalin 20 ppm

Malachite green 4 gr/lt selama 24 jam

Sambiloto yaitu dengan cara mengambil ekstraknya dan dilarutkan ke dalam air
2. Bakteri

(Aeromonas sp)

PK 10-20 ppm selama 30-60 menit Memakai kunyit dengan cara diparut. Kunyit ini berfungsi untuk mengobati borok atau luka dan mempercepat pengeringan
3. Jamur

(Saproglegnia )

Malachite green 2-3 gr/m3 air selama 30 menit pengobatan diulang selama 3 hari berturut-turut Memakai rimpang lengkuas yang diparut dan diambil ekstraknya

 

Demikan jenis penyakit ikan patin dan cara menanggulanginya yang wajib anda ketahui untuk guna menunjang kelancaran budidaya ikan patin dirumah anda. Terima Kasih Telah Berkunjung

Tags:
author

Author: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.