Teknik Budidaya Buah Naga Menguntungkan

Jalurbudidaya.com – Buah naga dikenal oleh masyarakat indonesia baru – baru ini. Pada tahun 1870 tanaman ini dibawa orang Perancis dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Oleh orang Vietnam dan orang Cina buahnya dianggap membawa berkah. Budidaya buah naga mulai di kembangkan di Indonesia sejak tahun 2000.

Jenis yang paling banyak ditanam adalah buah naga merah dan putih. Yang paling mahal di pasaran dan ukurannya kecil adalah buah naga kuning. Buah yang paling mudah ditanam adalah buah naga putih. Sedangkan yang sedang hits di kalangan petani adalah buah naga super red.

gambar Budidaya Buah Naga Super Red

Cara Budidaya Buah Naga Super Red

Yang perlu diperhatikan dalam budidaya buah naga adalan proses pembibitan pohon buah naga, Ada dua cara membuat bibit, yaitu dengan cara generatif (dari biji) dan vegetatif (stek) . Saya sangat menyarankan memilih cara vegetatif (stek) karena hasilnya sudah pasti sama dengan induknya dan berbuahnya cepat. Anda tinggal memilih induk yang bagus dan merawat bibit itu.

Kalau cara generatif, selain hasilnya bisa berbeda dengan induk, diperlukan tempat penangkaran khusus, ini jarang yang melakukan. Untuk mendapatkan buah yang sempurna, anda harus memilih tanaman induk yang baik. Sifat induk nantinya akan menurun pada anakannya termasuk buahnya

Kebutuhan bibit untuk budidaya buah naga seluas satu hektar sekitar 6000-1000 bibit. Jumlah bibit yang diperlukan tergantung pada metode tanam dan pengaturan jarak tanam. Kali ini alamtani membahas metode budidaya buah naga dengan tiang panjat tunggal. Dengan sistem ini dibutuhkan tiang panjat sebanyak 1600 batang dengan kebutuhan bibit tanaman sebanyak 6400 bibit per hektar.

Tiang panjat diperlukan untuk menopang batang tanaman agar tidak mudah roboh. Tiang panjat biasanya dibuat secara permanen dengan menggunakan cor beton. Bentuk tiang panjat bisa berupa persegi atau silinder dengan diamater sekitar 10-15 cm. Tetapi bila Anda memiliki dana yang terbatas bisa menggunakan kayu atau bambu yang cukup kuat untuk menopang tanaman.

Tinggi tiang panjat biasanya berukuran 2-2,5 meter dan ditanam ke dalam tanah sedalam 50 cm. Hal ini agar tiang bisa berdiri dengan kokoh untuk menopang pertumbuhan buah naga. Buatlah tiang panjat tersebut secara berbaris, jarak tiang dalam satu baris 2,5 meter sedangkan jarak antar baris 3 meter. Jarak ini juga sekaligus menjadi jarak tanam. Di antara barisan buat saluran drainase sedalam 25 cm

Setelah tiang panjat selesai dibuat, langkah selanjutnya adalah membuat lubang tanam di sekitar tiang dengan ukuran 60×60 cm sedalam 25 cm. Posisi tiang panjat berada tepat di tengah lubang. Campur tanah hasil galian lubang dengan pasir sebanyak 10 kg. Hal ini untuk meningkatkan porositas tanah. Setealh itu tambahkan pupuk kandang atau kompos sebanyak 10-20 kg. Jangan lupa campurkan juga kapur pertanian atau dolomit, karena buah naga memerlukan banyak kalsium. Campur semua bahan di atas dan aduk hingga rata.

gambar budidaya buah naga

Timbun kembali lubang tanam dengan campuran bahan di atas kemudian siram dengan air sampai basah. Jangan sampai air menggenang, kemudian diamkan terkena sinar matahari sampai menggering. Setelah 2-3 hari berikan tambahan pupuk TSP sebanyak 25 gram setiap lubangnnya. Pemberian pupuk melingkari tiang panjat dengan jarak sekitar 10 cm. Biarkan sekitar 1 hari, kini media telah siap untuk ditanami buah naga

Berikut ini cara memindahkan bibit buah naga dari polybag ke kebun anda. Empat bibit buah naga membutuhkan satu tiang panjat. Keempatnya ditanam mengelilingi tiang panjat. Jaraknya berkisar 10 cm. Gali lubang tanam yang sudah kita buat dan kita campur dengan tanah, pasir, dan pupuk. kedalamannya sekitar 10-15 cm . Pindahkan bibit buah naga anda dari polybag ke lubang tanam yang sudah digali. Polybagnya dibuang, tanahnya diikutkan tidak apa-apa.

Timbun bibit menggunakan tanah hingga padat. Ikat batang keempat bibit tersebut sampai menyatu dengan tiang. Pengikatan terus dilakukan ketika tanaman buah naga memanjang 20-30 cm. Potong tunas buah naga apabila ia akan bercabang sebelum mencapai puncak tiang panjatan, sisakan 1 saja. Apabila sudah sampai tiang panjatan, buah naga boleh bercabang banyak, umumnya 5 cabang

Perawatan pohon buah naga ini cukup rumit jadi perlu dilakukan secara rutin agar pohon buah naga awet dengan hasil buah yang memuaskan. Untuk pemupukan anda bisa menggunakan pupuk kompos untuk setiap 3 bulan sekali dengan takaran 5-10 kg per pohon. Pada saat berbunga dan berbuah berikan pupuk tambahan NPK dan ZK masing-masing 50 dan 20 gram per lubang tanam. Pada tahun berikutnya perbanyak dosis pemberian pupuk sesuai dengan ukuran tanaman. Pupuk tambahan berupa pupuk organik cair, pupuk hayati atau hormon perangsang buah bisa diberikan untuk memaksimalkan hasil.

Penyiraman dengan parit drainase dilakukan dengan merendam parit selama kurang lebih 2 jam. Bila penyiraman dilakukan dengan gembor, setiap lubang tanam disiram dengan air sebanyak 4-5 liter. Frekuensi penyiraman 3 kali sehari di musim kering, atau sesuai dengan kondisi tanah.

Penyiraman bisa dikurangi atau dihentikan ketika tanaman mulai berbunga dan berbuah. Pengurangan atau penghentian penyiraman bertujuan untuk menekan pertumbuhan tunas baru sehingga pertumbuhan buah bisa maksimal. Penyiraman tetap dilakukan apabila tanah terlihat kering dan tanaman layu karena kurang air

Pemangkasan untuk membentuk cabang produksi dilakukan pada tunas yang tumbuh pada batang pokok. Pilihlah 3-4 tunas untuk ditumbuhkan. Nantinya tunas ini akan menjadi batang produksi dan tumbuh menjuntai ke bawah. Tunas yang ditumbuhkan sebaiknya yang ada di bagian atas, sekitar 30 cm dari ujung atas. Pemangkasan peremajaan dilakukan terhadap cabang produksi yang kurang produktif. Biasanya sudah berbuah 3-4 kali. Hasil pangkasan peremajaan ini bisa dijadikan sumber bibit tanaman

 

Tanaman buah naga berumur panjang. Siklus produktifnya bisa mencapai 15-20 tahun. Budidaya buah naga mulai berbuah untuk pertama kali pada bulan ke 10 hingga 12 terhitung setelah tanam. Namun apabila ukuran bibit tanamannya lebih kecil, panen pertamanya bisa mencapai 1,5-2 tahun terhitung setelah tanam. Produktivitas pada panen pertama biasanya tidak langsung optimal.

Satu tanaman biasanya menghasilkan 1 kg buah. Dalam satu tiang panjat terdapat 4 tanaman. Berarti dengan jumlah tonggal 1600 dalam satu hektar akan dihasilkan sekitar 6-7 ton buah naga sekali musim panen. Usaha budidaya buah naga yang sukses bisa menghasilkan lebih dari 50 ton buah per hektar per tahun

Tags:
author

Author: 

One Response

  1. Budidaya Tanaman Buah Naga Dengan Media Pot - Jalur Budidaya10 bulan ago

    […] beberapa langkah yang harus anda lakukan dalam budidaya buah naga dengan media […]

    Reply

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.