Teknik Budidaya Sawi Hijau Mudah Menguntungkan

Jalurbudidaya.com – Sawi hijau adalah salah satu sayuran yang kita jumpai setiap hari. Sayuran ini banyak di gunakan oleh pedangan bakso, mi ayam dan pedangan makanan lainnya yang membutuhkan sawi sebagai bahan pelengkap menu. Jika dilihat dari situ kebutuhan akan sayuran sawi tidak ada matinya. Sehingga peluang usaha budidaya sawi masih sangat terbuka lebar.

Berikut ini akan kami paparkan cara budidaya sawi yang benar sehingga dapat mengasilkan sawi yang sehat berkualitas tinggi. Tanah yang digunakan untuk menanam sawi hijau haruslah gembur. Pengemburan tanah dilakukan dengan mencangkul atau menggunakan traktor. Selain itu tanah yang akan digunakan harus bersih dari gulma.

Teknik Budidaya Sawi Hijau Mudah Menguntungkan

Teknik Budidaya Sawi Hijau Mudah Menguntungkan

Hal-hal lain yang harus diperhatikan dalam pengolahan lahan untuk menanam sawi hijau adalah sebagai berikut. Karena sifat tanaman sawi hijau yang suka terhadap sinar matahari, tanah yang akan digunakan harus bebas dari benda/tanaman yang menaunginya. Untuk pemupukan awal, sebaiknya digunakan pupuk organik (pupuk kandang) dengan perbandingan 10 ton/ha. Untuk daerah yang memiliki pH tanah asam harus terlebih dahulu dilakukan proses pengapuran. Pengapuran dapat dilakukan sekitar 2-4 minggu sebelum masa tanam. Proses ini dapat menggunakan dolomit (CaMg(CO3)2) atau kapur kalsit (CaCO3).

Buat bedengan dengan lebar 120 cm dan tinggi bedeng berkisar antara 20-30 cm. Buat jarak antar bedeng sekitar 30 cm. Lakukan pemupukan satu minggu sebelum penanaman. Pupuk yang digunakan adalah TSP sebanyak 100 kg per hektar, dan KCl 75 kg per hektar.

Penyemaian tanaman sawi hijau dapat dilakukan melalui beberapa tahap yaitu. Tempat Bibit. Buatlah tempat bibit dengan ukuran 1,5 x 1,3 x 1 meter dari bambu. Untuk atapnya gunakan atap dari plastik. Untuk bedengan pembibitan dibuat di lahan seluas kira-kira 120 cm. Penyemaian Bibit Sawi. Sebarkan 2 kg pupuk kandang ditambah 7,5 gr KCl, 20 gr urea dan 10gr TSP dan di atas tanah bedengan.

Penaburan pupuk ini dilakukan 2 minggu sebelum benih sawi ditaburkan. Taburkan biji sawi hijau lalu tutup dengan tanah atau kompos halus setebal kira-kira 1 hingga 2 cm. Proses Transplanting. Yang disebut dengan proses Transplanting adalah pengisian panel penyemaian pada media semai hingga penuh setelah itu dibasahi dengan air. Transplanting dilakukan jika benih sudah berdaun 2-3 helai. Isi satu lubang tanaman dengan satu benih saja. Lalu simpanlah panel semai di dalam tempat bibit hingga sekitar 23-29 hari.

Penanaman adalah proses peletakan benih tanaman sawi hijau dalam lahan pertanian. Bibit hasil penyemaian, kemudian dilakukan penanaman di atas tanah bedengan. Beri jarak antar tanaman sekitar 30 cm.  Jika penanaman sawi hijau dilakukan pada musim pengujan, maka harus dilakukan pengurangan air.

Sebaliknya, pada musim kemarau, penyiraman dapat dilakukan setiap hari satu kali. Penjarangan, yaitu mencabut dan memilah tanaman yang tumbuh dengan jarak antar masing masing tanaman terlalu dekat. Penjarangan dapat dilakukan setelah 10 hari setalah tanam. Penyulaman, adalah penggantian tanaman yang terserang hama dan penyakit atau tanaman yang mati dengan yang tanaman yang sehat. Lakukan penyiangan sebanyak 3 kali selama masa tanam, atau jika diperlukan. Lakukan pemupukan susulan. Hal ini dilakukan setelah 25 hst dengan pemberian urea sebanyak 50 kg/ha.

Tags:
author

Author: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.