Teknik Pembenihan Bibit Ikan Patin

Jalubudidaya.com – Setelah beberapa waktu lalu kita berbagi informasi mengenai pemilihan bibit ikan patin, pada kesempatan kali ini akan kita akan berbagi cara pembenihan bibit ikan patin. Yang mana nantinya bibit ikan patin ini akan kita gunakan dalam proses budidaya pembesaran ikan patin.

Perhatikan langkah demi langkah yang kita berikan agar anda sukses dalam pembenihan ikan patin. Kegiatan pembenihan merupakan upaya untuk menghasilkan benih pada ukuran tertentu, sedangkan kegiatan pembesaran merupakan kegiatan untuk menghasillkan ikan yang siap dikonsumsi. Media pembesaran ikan patin berbeda-beda sehingga kegiatan persiapan media pembesaran sangat tergantung pada jenis media yang hendak dimanfaatkan.

Cara Pembenihan Ikan Patin

Untuk perawatan induk, harus diperhatikan jenis dan jumlah pakan dan juga kondisi kolam, karena kolam tanah dan keramba akan berbeda kondisi nya, kemudian kepadatan induk harus berkisar berat 4-5 kg dalam 1 meter persegi luas kolam perawatan, dengan pakan tambahan pelet berprotein 25% dengan jumlah 3%, 3 x pemberian pakan utama keong mas dan kijing sebanyak 10% 2x seminggu.

Karena patin sangat sensitif terhadap kondisi lingkungan kawin alaminya, sehingga kawin suntik sebagai solusi dengan mengambil hormon perangsang dari donor ikan mas dan kemudian disuntikkan ke tubuh patin agar siap memijah.

Jangan biarkan telur berserakan setelah pemijahan, sediakan wadah penampung telur atau kakaban, sebelumnya persiapkan sperma jantan dalam NaClc,keluarkan telur induk betina, dan diaduk dengan sperma jantan, perlahan dengan bulu ayam, cukup selama setengah menit dan kemudian bisa di tebar di akuarium.

Untuk penetasan, pakai akuarium berukuran sedang atau kolam penetasan dan pemeliharaan, di isi air bersih setinggi 30 cm, pastikan suplai oksigen cukup, dan suhu air di atur 28-30 derajat, cukup dengan memasang pemanas dan dalam waktu 18-28 jam, telur akan menetas.Telur yang tidak menetas perlu dibuang dengan cara mengganti air baru setelah 10 jam penetasan. Dan di lakukan penyortiran atau penyiponan benih yang hidup dan tidak.

Pemijahan Ikan Patin

  • 6 hari pertama pemeliharaan indukan dengan pemberian makanan protein tinggi
  • hari ke 7 induk diambil dan dilakukan penyuntikan (suntikan ekstrak kelenjar hipofise)
  • Dalam pemijahan ikan patin. ikan patin yang sudah disuntik dilepaskan di kolam pembenihan
  • Setelah 8-12 jam dari penyuntikan kedua induk ditangkap dengan menggunakan kain hapa
  • Siapkan baskom / Wadah yang bersih untuk tempat telur
  • Pemijahan denga suntik ini masih harus dibantu lagi dengan penguruta (stripping), yaitu perut diurut pelan-pelan dari bagian depan (dada) ke arah belakang denga menggunakan jari tengah atau jempol.
  • Perut Induk betina diurut pelan-pelan ke arah belakang dan telur yang keluar ditampung dalam piring beremail tersebut.
  • Kemudian telur dan sperma diaduk sampai rata dengan menggunakan bulu ayam selama sekitar 0,5 menit.
  • Selanjutnya, ke dalam campuran telur dan sperma tersebut dituangkan air bersih sedikit demi sedikit sambil terus diaduk selama sekitar 2 menit.
  • Kemudian air dibuang dan diganti dengan air yang baru dan dibilas.
  • Pembilasan dilakukan 2 samapi 3 kali hingga sisa sperma dan sebagian gelembung minyak pada telur berkurang.

Penetasan Telur Ikan Patin

  • Bak pemijahan dicuci bersih dan dikeringkan.
  • Hapa dipasang untuk menetaskan telur.
  • Kolam diisi dengan air bersih.
  • Untuk menghindari timbulnya jamur maka perlu ditambahkan larutan penghambat pertumbuhan jamur, antara lain dengan emolin atau Blitz-ich dengan dosis 0,05 cc/l. Setelah itu, aerator ditempatkan pada bak penetasan agar keperluan oksigen larva dapat terpenuhi.
  • Pada daerah-daerah yang suhu airnya relatif rendah diperlukan heater (pemanas) untuk mencapai suhu optimal yang relatif stabil.
  • Dalam proses penetasan, telur disebarkan merata kedalam hapa yang telah disiapkan sebelumnya. Telur ini dijaga agar jangan sampai menumpuk karena akan mengakibatkan telur menjadi busuk.Untuk itu telur disebar dengan menggunakan bulu ayam. Di bak penetasan ini telur yang telah dibuahi akan berkembang sedikit demi sedikit menjadi larva.

Pemeliharaan Larva

  • Benih yang berumur 1 hari dipindahkan ke dalam aquarium berukuran 80 cm x 45 cm x 45 cm.
  • Setiap aquarium diisi dengan air sumur bor yang telah diaerasi.
  • Kepadatan penebaran ikan adalah 500 ekor per aquarium.
  • Sampai benih berumur satu hari belum diberi makanan tambahan dari luar karena masih mempunyai cadangan makanan berupa yolk sack atau kuning telur.
  • Pada hari kedua dan ketiga baru benih itu diberi makanan berupa emulsi kuning telur ayam yang direbus.

Demikian teknik pembenihan ikan patin yang dapat kami sampaikan, teknik ini menunjang sekali dalam proses budidaya ikan patin

Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.